Takdir Dua Jiwa

Andai hidup terpasang yang terpaut Cinta, segarnya air ku rasa, tetes demi tetesnya merintik basahi tubuh, di bawah sinar yang terpancar meluncur air beri kilauan warna di Langit.

Ketiadaan bukanlah alasan untuk mencintai, menantikan, dinantikan, atau pun mencarinya, Cinta itu kemauan ketika ingin milikinya ia menghampiri, walaupun terkadang menghampiri tidak pada waktunya.

Adakah angin yang melambai lambai isyaratkan sesosok pria?  namun mengapa sampai saat ini belum ada yang hadir mengisi sekaligus membawa lembaran baru, Aku memang percaya bahwa dua orang yang terhubung hatinya tidak akan perduli apa yang dilakukan atau dengan siapa atau dimana bertempat tinggal, tidak akan ada batasan ataupun hambatan jika dua orang tersebut sudah ditakdirkaan bersama.

Setidaknya Aku mengkhawatirkanmu pendamping kelakku yang sampai saat ini belum hadir, baiklah mulai saat ini tak perlu kita mengatur rencana kapan akan bertemu biarkan saja rindu melakukan tugasnya dan Aku pun di sini tidak akan pernah lelah,bosan, atau pun jemu menunggu kehadiranmu.

Karena saat ini kita sedang belajar pada jarak, belajar tentang menunggu dan ditemukan dan belajar menantikan walau terlupakan.

Aku harap Tuhan serta merta menjagamu dalam pengawasannya serta calon mertuaku kelak untuk selalu limpahkan kasih sayangnya pada anaknya, agar Aku pun mampu rasakan manis limpahan kasihnya.

Pria tampan yang nantinya siap sedia memberi perlindungan yang setiap saat ku rindukan kehadirannya, rasa hangat ketika dua jiwa mendekat, rasa rindu yang tuntas ketika ke dua pasang mata menatap.

Tiada henti Aku memikirkannya, memikirkan pertemuan kita yang memakan waktu tidak sedikit, menghabiskan waktu panjang yang akhirnya mampu temukan kita berdua.

Dengan perjalanan yang berliku, lewati bebatuan terjal yang akhirnya muluskan jalan kita bersama, hingga nantinya  Aku melihat senyummu sampai akhir hayat yang pisahkan kita berdua.

Pada dadamu, ku temukan kata pulang, pejal tanganmu membuatku yakin rasa ini tidak pernah padam dalam jiwa.

Kamu ku pilih dari sekian banyak pria di luar sana, dengan rasional tentunya, setelah pertimbangan panjang bahwa kita bisa jadi partner baik untuk bercinta dan hidup bersama, kamu ku pilih sebagai pria yang nantinya nama belakangnya ku semakatkan dibelakang nama, Dia yang dengan ikhlas ku jamah dadanya sebagai bukti Cinta

Sementara kita belum bertemu, selama satuan bagi kita adalah waktu tunggu, ijinkan kali ini Aku mengungkapkan harapan harapan ini padamu, Pria baik yang kelak ku pilih jadi Suamiku.

Semoga tanganmu cukup pejal untuk ku genggam, semoga kau cukup sabar memelukku di ujung malam.

Tapi sudah yakinkah kamu bahwa Dia juga mencintaimu dengan cara yang sama?

Hubungan yang terjalin seharusnya tak sebatas tentang cinta, namun juga melibatkan logika, ketika Dia pergi tiba tiba, Kamu masih punya kekuatan untuk kembali bangkit.

Aku yang menunggumu, walau kau tidak pernah memintaku untuk menunggumu.

Sisakan sepetak ruang di hatimu, karena tidak perlu mencintainya berlebihan, hingga saatnya nanti tiba, Aku akan menghampirimu, menggantikan kehadirannya di hatimu yang akan selalu siap menerima apa pun dirimu, walaupun ku tahu bukanlah Aku yang pertama di hatimu tapi ku yakin Cinta berpihak padaku.

Seiring waktu, Aku yakin kau mampu menerima kehadiranku meski sebagai penggantinya, walaupun sisa sisanya Aku tahu masih tertanam jelas di hatimu, tapi bisakah kau beri Aku harapan agar Aku mampu usahakan.

Kau hadir dalam ketiadaan sederhana dalam ketidak mengertian, gerakmu tiada pasti, namun Aku selalu di sini menantikanmu.

Ku tahu butuh waktu lama untuk hadirkanku di hatimu, tapi setidaknya yang Aku ingin detik ini bisakah waktu percepat pertemuan kita.

Pertemuan antara dua insan yang berlayar diantara samudera cinta yang mendayuh perahunya bersamaan, mengulurkan tali sebagai pegangan yang mungkin ikat hati kita untuk saling merasa dan memahami.

Saat tiba nanti, ku harap kau mau menerima sifat manjaku yang mungkin sudah mendarah daging di tubuhku, semoga kau mampu menerima sifat egoisku yang mungkin akan sulit untuk menerima dan mengalah, siapkan mental dan batinmu untuk menerima diriku yang apa adanya yang mungkin saja akan jauh dari apa yang kau harapkan, untuk itu jangan kaget menerimanya.

Aku memanglah jauh dari ekspektasimu, tapi takdir berkata Akulah yang terbaik di sisimu jadi janganlah berkecil hati ku yakin, Aku bisa menjadi apa yang kau mau.

Biarkan takdir yang menentukan, biarkan Dia jalankan tugas semestinya karena takdir tahu apa yang terbaik untukmu ataupun untukku.

Kita mungkin tidak tahu pertemuan kita berlangsung, entah dimana? Di tempat apa? Atau di situasi seperti apa? Yakinlah waktu yang tepat nanti akan hampiri kita berdua, ya Kamu dan Aku.

Untuk sekarang, bisakah Kau menjaga hatimu hanya untukku, menjaga setiap ruang sebagai milikku, walaupun sekarang kau mencintai Dia yang hari ini terbaik untukmu, tapi pada hakikatnya Aku adalah milikmu.

Milikmu yang belum kau tahu keberadaannya, milikmu yang sampai saat ini belum terlihat di pelupuk matamu, milikmu yang detik ini pun tidak bisa kau genggam untuk kau miliki.

Ingat dan selalu ingatlah, Aku ada untukmu, hanya untukmu dan kembali padamu, jangan pernah ragu untuk menerimaku, Aku pun di sini menantimu meski kita tahu inilah teka teki cinta Kita berdua, sebuah kenyataan yang perlu kita cari dan kembali pada pemiliknya karena Cinta tahu kemana harus berlabuh.

Bersabarlah, Aku harap kita berdua sabar dalam penantian ini, takdir tidak pernah salah hanya saja waktu yang sedikit mengulur kita, bukan berarti Dia tak mengijinkan kita bertemu hanya saja ia sedang memahat Kita menjadi jiwa yang telah siap lahir dan batinnya.

Semoga saja waktu telah mempersiapkan pertemuan indah untuk kita berdua, Pria baik yang kelak ku jadikan sebagai suami, mungkin saja Tuhan meminta Kita agar menjadi makhluk yang lebih baik lagi, hingga saatnya bertemu Kita tidak akan saling mengecewakan.

Biarkan saja, ku yakin pertemuan telah menanti kita, jadi bersiaplah karena Aku pun sedang mempersiapkan diri ini untuk menemuimu, bersiap untuk menemui pujaanku yang walaupun belum ku temui kau telah ku puji puji, Tuhan mengirimkanmu ternyata untuk selalu ku sayangi dan serta ku rindukan.

Tapi ada yang harus selalu Kau ingat, walaupun Aku menyayangimu tetap saja kau harus berusaha untuk terus mendapatkan hatiku seutuhnya, mendapat limpahan kasih sayangku serta perhatianku, Kita harus berjuang bersama sama, agar Tuhan mengijinkan kita dan melepas hatiku dari genggamannya hanya untukmu.

Kita selalu bertemu dalam do’a dulu ya, calon suami terbaikku? Jika memang semesta belum mengijinkan terjadinya pertemuan, ketahuilah kita tak saling meninggalkan , do’aku menyertaimu do’amu pun ku yakin menyayangiku.

-Sincerelly-

Widia Mulyani

Iklan