Cincin Permata

Adakala hati harus patah, ada temu yang harus berakhir pisah, ada hadir yang harus ku lepas, ada hal yang harus dilalui untuk dimengerti dan untuk dipahami yang berakhir menjadi sebuah kenangan.

Lingkaran indah mengikat tepat di jari manisku, menemani hari dengan debaran jantung yang tiada berhenti, merangkai tawa yang menghias hari semakin berwarna dengan secercah harapan.

Wanita mana yang tidak bahagia? Saat sang pujaan datang bersama keluarganya untuk meminang, setia sepanjang masa, mengklaim bahwa dirinya sudah dimiliki, wanita manapun pasti bahagia ketika lelakinya memohon kepada orang tua si gadis untuk memilikinya.

Meminta satu jengkal keseriusan walaupun dengan satu langkah dibawah Pernikahan yaitu Pertunangan, suatu kebahagiaan tersendiri ketika Kita telah melalui bertahun tahun rintangan yang akhirnya menetap pada jenjang yang lebih serius.

Hari hari kian berlalu, kebahagiaan kian terusik tat kala badai telah menerjang, manis kian bergulir, sampai Aku bingung kemana geranganmu pergi dengan berjuta sifat yang Aku kasihi.

Mimpi bersama kian tersusut dengan panasnya Kota ini, menguap lalu hilang tanpa jejak, ku jejaki langkah demi langkah menyusuri hatimu yang kini tengah tertutup oleh embun.

Bingung, mengapa setiap saat mengajakmu pergi seperti langkahmu yang enggan menyelaraskan langkahku, ada saja alasanmu setiap saat untuk menolakku secara halus, entah sibuklah, meeting keluar kotalah ataupun kunjungan bisnis, ada saja yang bisa kamu utarakan dan sembunyikan untuk mematahkan semangatku yang kian menganga menjadi luka.

Ada apa denganmu kasih? Setiap kali rindu menginginkan temu, Kamu selalu saja tak punya waktu.

Aku hanyalah wanita biasa yang ingin dimengerti, bukan hanya mengerti orang lain, Aku hanya wanita lemah yang dikala patah akan menangis, Aku juga Wanita penakut yang ketika berada disituasi tersakiti akan sembunyi karena bagaimanapun sekuat kuatnya Wanita tangguh, sekalipun jatuh dikala itulah Dia mulai rapuh.

Entah apa yang Kamu simpan dalam hati, saat saat Kita berjauhan tak bisa Kamu pegang janji, di dalam pesan yang Kamu kirim semalam, Kamu bilang padaku ingin segera bertemu karena rindu yang terlalu dalam, sedang esok harinya tak sengaja Aku menatap Kamu dari kejauhan, Kamu sematkan kecupan manis pada Perempuan lain yang tengah berada di dekatmu, sakitkah dirimu? Kamu berbuat dibelakangku, demikian seolah Aku tidak tahu, Kamu berkata kata seolah sakit hati itu hal yang mudah, ya mudah saja, semudah Karma yang menjelaskannya kepadamu.

Begitukah sikap seorang Tunangan kepada Tunangannya? Kamu bilang dalam suatu hubungan harus ada kesetiaan dan kepercayaan, lantas apa yang harus Aku jadikan sebagai modal penguat hubungan ini? Kalau kesetiaanmu saja sudah hilang, sekarang apa yang harus Aku percayai dari setiap ucapanmu dan janjimu yang hanya mimpi semata.

Aku kalut dalam janji, terbalut dalam Cinta yang basi, seolah tunduk dan percaya akan janjimu, tanpa menghiraukan yang Aku khawatirkan dan benar Kamu hanya berjanji bukan menepati.

Kamu menyuruhku untuk setia, tetapi Kamu malah merusak semuanya, bukan karena Aku ingin berdusta tapi hati ini tidak kuat lagi untuk bersama, rasanya lelah mempertahankan seseorang yang tidak pernah mau mempertahankan diri ini.

Kamu tidak pernah tahu seberapa lama Aku bertahan, dalam rasa yang Kamu abaikan, setelah cukup lama bertahan, pengorbananku selama ini ku ikhlaskan.

Lalu apa denganmu? Saat Aku mencoba bertanya dalam kekalutan hati, Kamu dengan mudahnya menjawab sembari menenggerkan senyuman iblis dengan mulusnya terlontar kata โ€œPerpisahanโ€, waraskah dirimu? Ketika pernikahan di depan mata, Kamu memalingkan stir, melajukan ke arah lain, tanpa tahu Dia benar atau tidak untuk dijadikan kemudi.

Sedangkan Aku yang telah lama diam dan berkorban, kamu bantingkan semaumu, layaknya iblis yang tidak berperasaan, menyalahkan orang lain pun tidak ada gunanya, karena ini salahku, terlalu salah untuk mempercayai omongan busukmu bukan sekali, dua kali tapi berkali kali.

Aku dan cemburuku, masih terus menyadarkanmu tentang Aku dan segala rasaku yang masih terus memperjuangkanmu dari Dia yang merebutmu mimpi terindahku, sadarlah rencana pernikahan kita gagal hanya karena Dia, Cincin permata ini pun tak lagi berharga seiring harapan yang kian hancur oleh si Penggoda dan Kamu terlalu bodoh untuk berpaling hanya karena Ular seperti Dia.

Ku pikir mudah, ternyata melepas seseorang yang Aku perjuangkan, seperti mempertahankan seseorang serta sama lelahnya dengan Aku yang memperjuangkannya dan melepasmu bukanlah pilihanku, namun telah ditetapkan pada sebuah takdir, menjadi tegar bukan pula pilihanku, namun ku jadikan jalan keluar yang terbaik untuk Kita.

Iklan

81 thoughts on “Cincin Permata

  1. hay kembali lagi yah, wah akhir akhir ini sibuk yah, eh selamat awal bulan baru loh ๐Ÿ˜€ dan makasih buat kalian yang mampir ke blog saya, makasih buat Lis yang menyenangkan salam hangat yah untuk Austria yang jauh di sana, juga buat temen temen sesama orang indonesia salam kenal juga yah, saya merasa punya keluarga baru di sini, dunia baru yang terkadang menurut saya lebih menyenangkan untuk diselami. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ˜€

    Disukai oleh 2 orang

    1. what address of the site?previous I would like to thank you because you visiting in my blog and has commented, wish you always in a state of healthy also protected by the Lord, can I know where do you live?once again thank you very much, best regards widia Mulyani

      Disukai oleh 1 orang

    1. You are welcome mrs, i feel happy because appreciated from you and i hope you feel happy too, nice to meet you mrs, Hopefully we can be a good friend, where do you live mrs?
      Best regards : Widia Mulyani

      Disukai oleh 1 orang

    1. Haiii salam kenal shiva, nyimak apaan sih? Kamu orang mana? Terimakasih sudah mau mampir di lapak saya loh, tulisan kamu juga bagus kok, jangan bersedih setiap orang punya kesempatan untuk menjadi penulis terkenal dan dikagumi banyak orang, salah satunya adalah kamu, oh iya kamu tinggal dimana?

      Suka

    1. Ahhh, thank you so much mrs for visited and coment in this blog, i feel so happy, i hope you can feel happy too okey, your blog most many likes you now? Where do you live? I hope you always healthy everytime and everywhere
      Best regards : Widia Mulyani

      Disukai oleh 1 orang

      1. Where do you live? Are you willing to be my best friend who can support and help me when I feel the lowest in situations?
        Best regards : Widia Mulyani

        Suka

    1. Wah terimakasih atas supportnya, terimakasih juga sudah menunjungi dan memberikan like untuk saya, semoga anda juga senantiasa diberikan kesehatan supaya bisa menghasilkan karya karya lainnya di blog anda dengan penuh semangat, salam kenal yah, kedepannya mungkin kita bisa saling memotivasi dalam berkarya.

      Disukai oleh 1 orang

    1. Salam kenal, ini bukan curhatan saya, sebenernya curhatan temen kalo cerita sama saya tentang pasangannya, makanya saya terinspirasi buat dikin cerita ya walaupun ada unsur rekayasanya dikit.

      Terimakasih sudah mampir di blog saya

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s