Kamu Dan Segelas Kopi

Ku sandarkan punggungku pada kursi, ku nikmati melodi sepi yang menjelma, ditengah tetesan air hujan di luar sana, ku hampiri sepi yang menggenggam hati, dengan ditemani kopi panas sebagai canduku, pelipur segala lara.

Pagi ini tetap sama seperti kemarin, Aku menikmati hangatnya kopi dengan suasana hati yang sedang dilanda sepi dan kotaku masih terus diguyur hujan yang tiada bertepi.Aku ingin memiliki tambatan hati, menemani dipenghujung bulan yang kian mendingin, merintih dengan gemuruh petir, membelah kota dengan langkah seiring.

Ah, betapa indahnya mendambakan hari yang manis, tapi apalah daya, kenyataannya aku hanya berteman sepi dengan secangkir kopi sebagai sahabat sejati.Benar benar jenuh tenggelam dengan kesendirian, andai ada kamu yang mau menemani, mungkin suasana akan menghangat beserta letupan cinta di dada kiri.

Dimana Kamu tambatan hati? Kapan Kita akan lekas bertemu? Merangkai kata dan makna menjadi satu, melintasi alam bersama buncahan hangat bersemayam di hati.Waktu berjalan begitu cepat dan Aku kembali ke tempat istimewa ini, memesankan kopi dan menyamankan diri di dalam kedai kopi.

Pesanan datang menghampiri lalu Kami bertiga, Aku, Pagi dan secangkir Kopi bertiga berteman sepi, tanpa tahu siapa yang sedang dinanti. lalu entah itu keberuntungan ataupun keajaiban, ada sesosok pria yang datang menghampiri, kebetulan hari ini hari libur, maka tempat ini akan ramai dengan masing masing penggemar kopi.

Senyumnya bertengger manis di wajahnya yang rupawan, seketika Kopiku yang pahit berganti menjadi manisnya madu, ku persilahkan Kamu duduk dengan bahagia yang membuncah. Lantas Sudah berapa lama waktu yang tergulir? Entahlah jangan tanyakan itu, yang pasti tidak ada yang lebih hangat memandangmu dari dekat, bercengkrama beserta segelas kopi yang menjadi saksi.

Tidak ada yang senikmat ini saat menyesap kopi, hangatnya kopi lebih lama, karena senyummu menghiasi, Kamu singkirkan pahit kopiku dengan manis yang tak tergantikan milikmu, sepiku kini pergi entah kemana dan bahagia kini tengah bermukim di lubuk hati.

Soreku ini terasa lengkap, ditemani kopi sebagai pemecah kebuntuan dan Kamu hadir sebagai pemecah kesunyian, sungguh tidak ada kebahagiaan seindah ini. Hari hari terus berjalan meninggalkan waktu, kecuali Kita yang semakin mendekat menarik asa, membuncah ketika Kita berbicara dan bertatap mata.

Ada rasa yang tersimpan, jikalau ku ucap, akan terasa ragu kala dilontarkan, mungkin kebersamaan Kita belum cukup dipandang asmara dan tidak terlalu tepat disebut teman akrab.secangkir kopi hangat seakan memberi warna, bukan hanya sekedar bayang, tapi kini kamu selalu ada di kursi yang sama dengan arah berhadapan.

Tidak ada suara yang paling merdu, selain tawamu yang renyah, menemani, mewarnai hari yang kian cerah, melambungkan kata, menarik kebahagiaan. Untuk itu, Aku selalu rindu pada dirimu, rindu pada senyum serta tawa milikmu, juga rindu tentang semua yang melekat di tubuhmu.

Sungguh, baru pertama kali ini, ada pria impian yang menghampiri, tidak ada yang memberi rasa nyaman selain dirimu, tidak ada yang memberi kehangatan sehangat ini dan tidak ada yang sepeduli ini ketika sepi hingga akhirnya Kamu menghampiri.

Semakin hari, rasaku semakin tumbuh, seakan tumbuhan yang diberi pupuk dan lahirlah buah, apalah daya, rasa ini tumbuh menjadi cinta. Jika ku ibaratkan Kamu secangkir kopi, maka takkan pernah kutemukan dirimu di kedai kedai kopi “STARBUCKS” karena Kamu termasuk jenis kopi nusantara yang mendunia, bercita rasa istimewa.Aku seperti susunan kursi di kedai kopi, Aku adalah kursi paling pojok sekali, hanya seseorang dengan alasan pasti yang akan menempati dan kurasa kamulah sang pemilik mimpi ini.

Akhirnya Aku kembali jatuh karena rasa, betapa kecewanya diri ini, saat Kamu hanya memilih sebagai teman, seolah olah hari hari yang Kita lewati seakan biasa saja di matamu, lantas perhatianmu? Apa gunanya? Atau aku yang terlalu berlebihan memendam rasa? Ternyata hari bahagia yang telah Kita lewati hanya sebagai canda untuk Kamu nikmati.

Aku terlalu bodoh , sehingga terlena dengan buaian manis yang sesaat, dari hal itu Aku kembali suka pada kopi yang pahit karena pahit selalu memberi arti, bahwa pahit masih layak untuk dinikmati, tidak seperti manis yang terkadang sadis untuk dihayati, nikmat diawal namun pada akhirnya berujung tragis, sekali lagi ku seduh kopi hitam ditengah pekat malam dan kemudian Aku tenggelam makin dalam pada kisah yang ternyata berakhir mencekam.

Iklan

35 thoughts on “Kamu Dan Segelas Kopi

    1. Hati saya tidak sejernih air, tidak seramah tanah pijakkan ataupun angin segar, yang jelas hati saya sama seperti air yang bisa tiba tiba menghanyutkan, saya juga masih sama sama belajar, belajar untuk lebih baik lagi, terimakasih sudah berkunjung yah! Kalau boleh tahu nama kamu siapa? Saya bingung memanggil kamu jadinya.

      Disukai oleh 1 orang

  1. Wah, yang ini ga kalah mantep dari yang mengagumimu dalam doa. Dapet inspirasi nulis romance kaya gini dari mana ya? bagus banget, kata-kata juga puitis banget haha

    oh iya, kamu bisa manggil saya Avra, atau avara. Salam kenal yak!

    Disukai oleh 1 orang

    1. Akhirnya punya teman baru, hai salam kenal Avara 😊 kamu cewek atau bukan? Terimakasih atas pujiannya saya jadi tersanjung, padahal itu menurut saya masih ada yang kurang 😁 wah saya dapat inspirasi itu dari hati saya sendiri eaaa 😁 ceritanya itu curhat wkwkwk, kamu semdiri gimana? Kamu dan segelas kopi itu sebenarnya bukan romance karena dia kan gagal taken sama si doinya 😊 makasih sudah mengikuti dan menyempatkan diri membaca cerita saya, whould you be my best friend avara? Wkwkwk

      Disukai oleh 1 orang

      1. Aku cewek atau cowok ya? haha
        Oh menurut aku sih itu tetep masuk kategori romance, soalnya suasana ceritanya tuh ada romansa-romansanya haha, apalagi udah bawa-bawa kopi yang sering digunakan dalam karya-karya mellow.

        Kalau boleh nebak, kopi pait itu diibaratkan doi kamu ya? wkwkwl

        Disukai oleh 1 orang

      2. Kopi pait yah? Sebenernya gak enak juga sih kalau mau jawab jujur 😀 begitulah cerita saya plin plan, alurnya ada manis manisnya gitu, tapi ujungnya berakhir mencekam 😀 kayaknya kamu cewek nihhh

        Disukai oleh 1 orang

      3. Aku cewek atau cowok ya? aku tidak berada di antaranya keduanya, tapi kadang menjadi salah satunya, atau menjadi yang lainnya wkwkwk

        Aku tinggal di salah satu kota di pulau Jawa, cukup terkenal sih kotanya. Untuk informasi pribadi, maaf aku tidak bisa sebut disini wkwk

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s