Diantara Lautan Lepas

Ada tumpukan rasa yang ingin ku utarakan, tapi aku bingung harus memulainya darimana. Ini mungkin tentang rasa yang ku upayakan redam dalam jalan-Nya, tetapi adakalanya was-was menyelimuti, sungguh rasa yang tuhanku titipkan ini, membuatku takut, takut dengan segala upaya memantaskan diri dihadapanmu, sehingga aku lupa caraku mengabdi pada sang pencipta. Namun, aku tetaplah ciptaan yang seringkali bimbang, jadi izinkanlah aku mengutarakan rasa, diantara lautan lepas yang membentang diantara kita.

****

Entah darimana aku harus memulai sebuah tulisan singkat ini, dan sebenarnya aku pun tak tahu untuk siapa tulisan ini kuberikan, kepada siapa tulisan ini kutujukan, yang jelas untuk seseorang disebrang sana yang telah Allah persiapkan.

Tapi mas izinkan aku menulisnya. Mungkin, dari beberapa pasang mata yang membaca tulisan singkatku ini, ada sepasang mata yang kelak akan menjadi pemeran utamanya. Yaitu engkau mas, ya dirimu mas, yang telah Allah pilihkan untukku. Lelaki yang mungkin kini tengah ada di sebrang lautan sana, mengarungi kerasnya ombak yang menghantam karang, berjuang diantara letihnya pengabdian sebagai anak laki laki yang mengemban beban berat demi ibu dan adiknya.

muslimah biru

Calon penuntun syurgaku, bagaimana kelak ketika engkau bertemu denganku?  Aku bukanlah wanita secantik Zulaikha, tidak setegar Maryam, jauh dari kata hebat seperti Khadijah, bukan pula wanita sekaya Ratu Balqis ataupun sepintar Fatimah az-zahra, lalu tidak pula sesabar Siti Sarah maupun Asiyah. Apa yang kau cari dariku? Aku harap, semoga engkau memilihku karena Allah semata mas.

Untukmu yang tengah ada di Samudera sana, ingin ku beritahukan tentang sosok yang menantimu di sini, dengarlah bahwa wanita yang menantimu ini, tidak ada apa apanya dari wanita di atas sana. Dia hanyalah wanita yang berusaha taat terhadap aturan alam yang telah ditetapkan. Ia juga hanyalah seorang wanita yang menjalani takdirnya dengan penuh keikhlasan yang terdapat dalam hatinya. Inilah wanita yang kelak akan kamu pinang dengan segala keterbatasan.  Akan tetapi  dibalik semua itu,ialah baja yang kesungguhannya rela dihantam ombak, tegar di terjang gelombang yang menggulungnya, dan beruntungnya kamu, meskipun begitu ,ia akan tetap berusaha mempertahankan pelabuhan sejatinya. Alasannya hanya singkat, untuk pendamping dan keluarganya kelak.

Calon imamku, kelak akan ada perjanjian kuat dan berat di bawah jabat tangan engkau dan ayahku, perjanjian itu dilihat oleh penduduk langit dan bumi, disaksikan Malaikat serta dibuktikan dihadapan-Nya. Saat itulah Allah mengizinkan aku dan engkau dipersatukan oleh ikatannya yang halal mas.

Untukmu yang ku kagumi, meskipun engkau mungkin jauh, tak mampu ku pandang. Apakah engkau merasakannya dan bahkan merindukan perjanjian itu seperti aku yang merindukannya? Mas, mungkin keberadaanmu memang belum ku ketahui, namun ada harapan yang ingin ku sampaikan kepadamu. Mas, ku harap ketika engkau datang kepadaku nanti, datanglah dengan kesiapanmu untuk beribadah kepada-Nya, bukan hanya sekedar untuk mengikatku dengan ikatan  pernikahan semata. Bukankah pernikahan kita kelak adalah bukti bahwa kita mencintai-Nya? Ataupun tanda atas rasa syukur tentang rasa cinta yang telah dititipkan-Nya.

wp-image-1911556461Aku harap, sekeras apapun ombak yang mengombang-ambing kapalmu, se-sakit apapun engkau ditampar oleh kerasnya lautan, yakinlah bahwa Allah selalu bersamamu, selalu memberikan jalan yang terbaik untukmu. Allah telah menentukan rencana yang paling indah untuk kamu miliki, suatu takdir indah yang dipersatukan dan menyatukan dua insan untuk menua bersama.

Untukmu, yang mungkin tengah mengarungi tempat di negeri sana, jadilah bakal imam yang baik untukku, karena hanya engkaulah lelaki yang akan menerima bakti selama hidupku mas. Engkau pula lelaki yang akan menuntunku di jalan-Nya. Mas, tolong aku untuk menemukan pintu Syurgaku melalui dirimu mas, akan aku patrikan sumpahku untuk tetap mengabdi kepadamu dan sang pencipta. Dalam pijakan kakimu Syurgaku terletak, maka bantulah aku untuk memasuki dan mengarunginya bersamamu.

Calon penuntunku, dari pernikahan kita izinkan aku menjadi wanita yang bisa membuatmu lebih mencintai-Nya, izinkan baktiku kepadamu membuat-Nya mencintaiku. Sebab, sungguh aku cemburu pada bidadari yang akan mendapatkanmu tanpa bersusah payah dan tanpa lelah yang menderanya. Lalu, sudikah engkau wahai bakal imam untuk mengizinkanku menjadi ratu bidadari dalam istana syurgamu kelak?

Ya Allah Ya Rahman …

Satukanlah aku dengan seseorang yang amat mencintai-Mu di siang malamnya, dan karuniakanlah aku rasa cinta kepada Dia yang taat menegakkan tubuh di sepertiga Malam-Nya.

 

****

Ya Rabb

Untuk seseorang yang tengah dinanti, mohon angkat semua letihnya. Peluk segala keresahannya dan jadikan ia seseorang yang lebih baik keesokan harinya.

 

 

(*)Mohon do’anya supaya sering berkarya ya 🙂 dan bantu saya jadi seorang makhluk yang lebih baik lagi, intinya kita sama sama memperbaiki diri, bukan karena lagi nyari Jodoh tapi karena kesadaran kita sendiri, sebagai jiwa jiwa yang akan kembali kepada pelukan sang-pencipta 🙂 ❤

_WidiaMulyani_

Iklan

24 respons untuk ‘Diantara Lautan Lepas

    1. Thank you mr, do you understand about my article? Emm i think many people doesn’t understand about my article, because my article indonesia language. 🙂
      Thanks for your appreciate, many your article very nice. I like your article now, the you extraordinary.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Thank you for your lovely compliment. Somedays it’s not even what I wrote. For example, a wonderful artist decided to sketch me for yesterday’s post. I was merely reblogging her work. I think that we all have wonderful things to say and share, and your blog does that perfectly.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s