Cinta yang Salah

Ketika memulai merajut kasih denganmu aku mungkin merasa bahagia yang kentara, kalimat puja yang kamu sebut seringkali menerbangkan angan yang ku tenun. Aku merasa kamu segalanya dan dunia menjadi tujuan dominan untuk bersamamu saat itu.

Harapan yang ku lambungkan saat itu hanya atas nama dirimu, hingga aku lupa kapan terakhir kali aku memanjatkan do’a pada sang maha cinta.

Angan-angan semu yang kurajut mulai kusut, semua rencana yang ku susun tak kunjung mendapat titik temu, kamu pergi dan semuanya hancur tak tersisa.

Kulihat air mata turut membasahi pipinya yang mulus, ia menghela nafas dan kembali menyuarakan isi hatinya.

Aku terlalu bodoh! aku mencintainya setengah gila, melakukan segalanya hanya untuknya, menyerahkan bahkan menggadaikan segalanya yang ku punya hanya untuknya. tapi dia, hanya mencintaiku di saat dia kesepian dan tak punya pijakan.

Sering kali aku rasa Tuhan seolah olah tak adil pada raga ini. Dia menitipkan banyak cinta pada kebersamaan mereka, namun mengapa hanya meminjamkan rasa padaku tanpa kebersamaan sampai akhir hidup ini?

Nis, Cintamu padanya memang tidak salah, Cinta itu anugerah dari-Nya tapi caramu mencintainya itu diluar batas kewajaran seorang hamba, kamu harus tahu ketika kita terlalu berharap pada seorang hamba, maka Allah akan patahkan hati kita.

Kenapa caramu mencintainya salah? karena saat kamu mencintai dia, Ya dia seseorang yang kamu puja, kamu tidak melibatkan Rabb kita dalam hubunganmu itu.

Ku genggam tangannya yang gemetar, kamu tidak bodoh Nis, tapi sadar dan perbaikilah hidupmu, yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan Seseorang yang lebih baik untuk mendampingimu, mengajarkan kebaikan untukmu dan lebih meningkatkan ketaatanmu kepada Dia sang maha cinta, Allah tidak pernah menyesatkan seorang hamba kecuali dirinya sendiri yang menyesatkan jalannya. Maka berbaik sangka lah pada Allah Dia yang lebih tahu akhir yang indah dan tentang siapa yang pantas bersanding bersamamu.

****

Dan sekarang aku tersenyum memandang pasangan yang tengah berseri seri di atas pelaminan sana, aku mengingat kembali perjuangan Nissa, saat ia mencoba kembali ke jalan-Nya yang lurus, memantapkan diri dan mematrikan di dalam hatinya bahwa Ma fi qalbi Ghairullah “Tiada dihatiku melainkan Allah.” Ia berusaha selama dua tahun lebih, dalam penantian dan tahap pemantasan dirinya di hadapan Allah, sampai Allah datangkan pria tampan yang insya Allah shaleh untuk meminangnya, di atas keridhaan Allah, Allah kabulkan janjinya pada Nissa tentang keadilan dan kekuasaan-Nya. Dia buktikan kasih sayang-Nya terhadap Nissa berupa suami yang mampu menuntunnya dalam ketaatan di jalan Allah hingga menuju jannah-Nya kelak Aamiin.

Aku tahu dan yakin Allah tidak pernah mengecewakan hamba yang melandaskan segalanya atas nama-Nya, dan Allah pasti menggantikan segala hal di muka bumi ini dengan kebahagiaan yang tak pernah sirna, asalkan kita sabar dalam waktu tunggu tersebut.

***
Jatuh Cinta memang tidak salah yang salah adalah ketika kamu memilih bertahan untuk tetap mencintai orang yang salah

Widia Mulyani

10 syawal 1439 H

Iklan

52 respons untuk β€˜Cinta yang Salah’

    1. Jadi lebih baik mencintainya dalam diam saja ya, diam diam menyebut namanya dalam setiap do’a. Seperti kisah sayidina Ali dan Fatimah yang sama sama mencintai dalam diam Mungkin rasanya tak akan terlalu mengecewakan.

      Suka

      1. Ya kalo diam saja bagaimana dia tau? Ikhtiar nya sudah bagus sih dengan berdoa. Tapi kalo ikhtiar diutarakan bahwa ada rasa tertarik, akan memperjelas apakah ada respon atau sebaliknya. Sehingga bisa segera mengambil langkah melanjutkan atau ganti haluan.

        Suka

      1. Duhhhh pernah mengalami ya wkwkwk, jangan diulangi ya ditinggal pergi dengan sebuah ikatan tanpa ikatan itu nyesek loh. Jangan mengikat anak gadis kalau tidak mau membingkainya dalam mahligai yang diridhoi-Nya ya

        Suka

      1. Kenapa gitu? Nabi Muhammad juga nikah sama wanita yang umurnya diatas beliau. Patokan pasangan itu bukan kepada umurnya tapi baik tidaknya agama dia. πŸ˜„

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s